Cerita Soffell

Mengulas Mitos Seputar Akibat Gigitan Nyamuk

Soffell - Berbagai penyakit yang bersumber dari gigitan nyamuk mulai menjadi perhatian setiap kali memasuki musim hujan. Pasalnya, banyak sekali genangan air yang berpotensi menjadi sarang bagi nyamuk untuk berkembangbiak. Demam berdarah menjadi penyakit yang paling diwaspadai jika musim hujan tiba. Tidak jarang, hal ini justru seringkali menimbulkan berbagai kepercayaan yang belum pasti benar. Oleh karena itu, jangan sampai kita percaya dengan mitos yang tidak benar adanya. Lalu, apa saja mitos seputar akibat gigitan nyamuk?

Inilah Mitos-Mitos Seputar Akibat Gigitan Nyamuk

1. Hanya tertarik menggigit manusia saja

Mitos bahwa nyamuk banyak menggigit manusia karena hanya menyukai manusia saja bisa dipastikan sebagai mitos. Perlu diketahui bahwa di dunia ini ada ribuan jenis nyamuk yang masing-masing mempunyai ketertarikan berbeda satu sama lain. Beberapa jenis nyamuk mungkin lebih suka untuk menggigit manusia. Akan tetapi. ada pula jenis nyamuk lain yang lebih suka untuk menggigit hewan. Beberapa jenis hewan yang umumnya menjadi sasaran gigitan nyamuk yaitu anjing, kucing, hingga kuda. Jadi, pernyataan bahwa nyamuk hanya menyukai manusia bisa dipastikan mitos.

2. Menggigit manusia yang ‘berdarah manis’

Pernah mendengar orang berkata bahwa nyamuk suka manusia yang darahnya manis? Sebaiknya, pernyataan tersebut tidak perlu dipercaya. Pasalnya, bisa dipastikan bahwa hal tersebut adalah mitos. Istilah ‘darah manis’ saja sebenarnya tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Meski nyamuk memang mempunyai kecenderungan untuk menggigit orang-orang tertentu, namun ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kadar darah gula orang tersebut. Fakta yang benar adalah daya tarik nyamuk untuk menggigit manusia tergantung dari temperatur tubuh, karbon dioksida, serta kadar asam urat.

3. Semua gigitan nyamuk menyebabkan penyakit

Perlu diketahui bahwa tidak semua nyamuk yang menggigit manusia adalah nyamuk yang membawa penyakit. Sehingga, pernyataan bahwa semua nyamuk membawa penyakit bisa dipastikan hanya mitos belaka. Fakta yang sesungguhnya adalah ada ribuan jenis nyamuk di dunia. Dari sekian banyak jenis nyamuk, hanya sekitar puluhan nyamuk saja yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia. Diantaranya adalah Anopheles, Aedes, Culex, dan beberapa jenis nyamuk lainnya. Nyamuk tersebut perlu diwaspadai karena membawa parasit atau virus yang bisa menyebabkan wabah penyakit.

4. Penyakit akibat digigit nyamuk bisa menular melalui kontak fisik

Penularan penyakit dari nyamuk ke manusia sebenarnya disebabkan karena nyamuk melepaskan cairan yang mengandung virus atau parasit tertentu saat menghisap darah manusia. Namun, manusia yang sudah terinfeksi oleh penyakit tersebut tidak bisa menularkan ke manusia lainnya lewat kontak fisik. Sehingga, hal ini adalah sebuah mitos. Faktanya, manusia hanya bisa tertular penyakit akibat gigitan nyamuk seperti demam berdarah karena digigit oleh nyamuk yang sudah terinfeksi virus dengue.

5. Tidak bisa menjangkit manusia dua kali seumur hidup

Banyak mitos yang beredar bahwa penyakit akibat digigit nyamuk seperti DBD tidak bisa menjangkit seseorang dua kali seumur hidup. Tentu saja, mitos ini tidak boleh dipercaya karena bisa berbahaya. Pasalnya, mitos tersebut bisa menurunkan tingkat kewaspadaan. Faktanya, seseorang masih bisa terinfeksi oleh virus dengue meski sebelumnya sudah pernah sembuh dari penyakit demam berdarah.

Itu dia beberapa informasi seputar mitos akibat gigitan nyamuk. Ternyata, ada banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat. Sayangnya, masih banyak orang-orang yang percaya pada mitos tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya cek kembali fakta-fakta terkait mitos yang sering beredar.

Supaya kulit tubuh terlindungi dari gigitan nyamuk maka gunakan selalu Soffell lotion anti nyamuk yang sudah terbukti ampuh melindungi kulit dari serangan nyamuk. Selain itu, soffell juga memiliki aroma khas yang tidak disukai nyamuk. Pakai Soffell khususnya pada pagi dan sore hari yang menjadi waktu rawan nyamuk keluar.