Cerita Soffell

Malaria: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Soffell - Malaria merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi menular yang umumnya, penyebarannya melalui gigitan nyamuk. Malaria sendiri sangat umum ditemukan di negara yang memiliki iklim tropis dan subtropis. Oleh karena itu, banyak masyarakat Indonesia yang masih terkena penyakit ini. Untuk informasi yang lebih jelas mengenai Malaria bisa kamu simak di bawah ini:

Gejala

Umumnya orang yang mengalami penyakit malaria ini akan merasakan berbagai gela pada hari ke 10 hingga 4 minggu setelah infeksi. Namun, ada juga yang merasakan sebelumnya atau bahkan 1 tahun sesudah infeksi. Gejala yang sering dirasakan adalah: 

a.  Menggigil 

b.  Demam tinggi

c.  Mual muntah

d.  Diare

e.  Sakit kepala

f.  Nyeri otot

g.  Tubuh terasa lelah dan lemas

h.  Banyak berkeringat

Penyebab

Penyakit malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit jenis plasmodium. Parasit ini umumnya dibawa olah nyamuk Anopheles. Pada saat nyamuk mengisap darah, parasit yang ia bawa akan masuk ke dalam aliran darah manusia.

Ada banyak jenis plasmodium yang bisa menyebabkan malaria misalnya; Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium knowlesi. Namun, yang paling sering menyebabkan malaria adalah Plasmodium falciparum.

Parasit yang satu ini akan mengalir ke dalam pembuluh darah manusia. Kemudian parasit ini akan berhenti di hati dan berkembang di sana. Akhirnya menyerang sel darah merah setelah mereka tumbuh dewasa. 

Tapi,  kamu harus tahu bahwa untuk jenis P. vivax dan P. ovale akan mengalami fase tidur dulu selama beberapa bulan bahkan tahun di dalam tubuh manusia. Jadi tidak langsung menimbulkan gejala.

Selain melalui gigitan nyamuk, nyatanya parasit ini bisa menular melalui transfusi darah dan juga menular ke janin dari ibunya.  Tak hanya itu saja, parasit bisa menular juga melalui prosedur transplantasi organ, atau jarum suntik yang tidak steril.

Cara Mengobati

Lalu, bagaimana cara mengobatinya? Sebelum membahas pengobatannya, kamu harus tahu bahwa penyakit ini digolongkan menjadi dua yaitu Malaria ringan dan Malaria berat. Nah, keduanya memiliki pengobatan yang cukup berbeda yaitu:

a.  Malaria Ringan

Untuk yang ringan, biasanya yaitu Malaria yang tidak menyebabkan komplikasi yang parah sehingga hanya menimbulkan gejala-gejala utama saja. Biasanya pada jenis ini tidak ada organ vital yang terdampak. Untuk gejalanya sendiri biasanya akan bertahan selama 6-10 jam, namun tetap akan berulang setiap 2 hari sekali.

Untuk pengobatannya, dokter biasanya akan memberikan ACT Dan Primakuin. Dosisnya juga tergantung pada jenis parasitnya. Namun, jika yang menderita adalah ibu hamil maka tidak akan diberikan primakuin melainkan yang lainnya.

b.  Malaria Berat

Selanjutnya ada Malaria berat yang mana telah menimbulkan komplikasi yang parah. Bisanya pada jenis ini penderita bisa mengalami penyumbatan darah akibat sel darah merah yang menggumpal. Oleh karena itu bisa menyebabkan stroke, kejang, asidosis, hingga anemia berat.

Untuk pengobatannya sendiri harus segera ditangani tenaga medis yang ahli. Untuk penanganannya biasanya akan diberikan artesunat yang dimasukkan melalui cairan infus. Jika tidak ada bisa diberikan kina drip. Selain itu, pastinya akan ditangani kompilasi penyakitnya.

Itu dia penjelasan selengkapnya mengenai gejala, penyebab, dan cara mengobati penyakit malaria. Jika kamu mengalami gejala di atas, jangan langsung menyimpulkan itu adalah Malaria jika belum memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Penentuan diagnosa malaria sangat kompleks, biarkan tenaga kesehatan yang ahli melakukan pemeriksaan yang lengkap, barulah diagnosa dapat ditegakkan.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati, Jangan lupa selalu menggunakan Soffell lotion anti nyamuk pada pagi, sore dan malam hari. Selain itu Soffell sangat aman untuk kulit tubuh, dan tersedia dalam berbagai varian aroma yang wangi. Dan juga Soffell tersedia dalam kemasan botol dan saset sehingga mudah dibawa kemana-mana.