Cerita Soffell

Jangan Biarkan Permainan Masa Kecil Punah

Soffell - Di zaman modern seperti sekarang ini, tampaknya semakin sedikit anak-anak yang mengenal berbagai macam permainan tradisional. Pasalnya, kini lebih banyak anak-anak yang menghabiskan waktu dengan bermain gadget. Tanpa disadari, hal ini bisa membuat permainan tradisional di masa kecil menjadi punah. Tentu saja, hal ini tidak boleh dibiarkan mengingat permainan tradisional merupakan warisan budaya Indonesia.

Meski hidup di era modern, sudah sepantasnya kita tetap melestarikan permainan masa kecil agak tidak punah. Dengan begitu, maka generasi selanjutnya bisa tetap mengenal berapa asyik dan seru permainan tradisional zaman dahulu. Lantas, bagaimana cara melestarikan permainan tradisional?

Beberapa Cara untuk Melestarikan Permainan Tradisional Agar Tidak Punah

1. Mengajak anak bermain bersama

Meski sibuk bekerja atau mengurus pekerjaan rumah, bukan berarti orang tua tidak bisa menemani anak-anaknya bermain bersama. Pastikan untuk selalu meluangkan waktu untuk bermain dengan anak tercinta. Saat memiliki waktu luang, cobalah untuk mengajak anak bermain permainan tradisional. Bisa juga dengan mengajak anak-anak di sekitar kompleks rumah untuk bermain bersama. Dengan semakin banyaknya anak-anak yang ikut bermain, maka permainan tradisional jadi semakin seru. Beberapa permainan yang bisa dicoba adalah sunda manda, lompat tali, gobak sodor, dll.

2. Mengadakan perlombaan permainan tradisional

Memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak juga bisa dilakukan menggunakan acara perlombaan. Acara ini paling cocok diadakan ketika memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Pada bulan Agustus, biasanya banyak daerah-daerah di Indonesia yang ramai mengadakan acara perlombaan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa pun ikut terlibat dan bahagia menyambutnya.

Inilah momen yang sangat pas untuk memperkenalkan permainan zaman dulu kepada anak-anak dan remaja zaman sekarang. Beberapa contoh permainan tradisional yang bisa dijadikan ajang perlombaan adalah kasti, gobak sodor, dan masih banyak lainnya. Bukan hanya senang jika bisa berhasil menjadi pemenang, semua penonton di lapangan pun akan ikut tertawa bahagia. Bukan hanya diadakan pada bulan Agustus saja, perlombaan semacam ini juga bisa diadakan ketika sedang libur panjang.

3. Menjadi kurikulum olahraga di sekolah

Selain dijadikan sebagai perlombaan untuk memperingati kemerdekaan, permainan tradisional juga bisa menjadi kurikulum olahraga di sekolah. Contohnya adakah permainan congkak, kucing dan tikus, sunda manda, lompat tali, dan permainan sejenisnya yang cocok untuk anak PAUD atau TK. Sementara untuk anak SD atau SMP bisa bermain kasti, gobak sodor, dan permainan lainnya. Bukan hanya seru untuk dimainkan, anak-anak juga bisa semakin sehat karena lebih banyak bergerak selama bermain bersama.

Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan permainan tradisional agar tidak punah. Begitu banyak permainan masa kecil yang berkesan. Sayang sekali jika dibiarkan punah dan anak cucu kita tidak bisa menikmati keseruannya. Maka dari itu, mari kita jaga dan lestarikan bersama agar permainan tradisional sebagai warisan budaya Indonesia tidak punah ditelan masa.