Cerita Soffell

Inilah Jenis Suara yang Tidak Disukai Nyamuk

Soffell - Keberadaan nyamuk di sekitar kita memang sangat mengganggu. Pasalnya, gigitan nyamuk membuat kulit terasa gatal dan bahkan bisa terkena penyakit berbahaya. Oleh karena itu, berbagai langkah dilakukan agar bisa terhindar dari gigitan nyamuk. Pada umumnya, orang-orang mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk. Baik obat nyamuk bakar, listrik, maupun semprot.

Belakangan ini, sedang ramai diperbincangkan bahwa ada metode lain yang lebih mudah dan ampuh untuk mengusir nyamuk. Metode tersebut dilakukan dengan memanfaatkan suara yang tidak disukai oleh nyamuk, yaitu gelombang ultrasonik dengan frekuensi tertentu. Apakah metode ini efektif untuk mengusir nyamuk? Simak penjelasan berikut!

Suara Gelombang Ultrasonik yang Ampuh untuk Mengusir Nyamuk                                                                                                                

Pada dasarnya, ada beberapa cara untuk mengusir nyamuk dengan cepat dan ampuh. Baik menggunakan metode fogging maupun penggunaan obat nyamuk. Namun, metode tersebut diketahui bisa memberikan efek samping yang membahayakan kesehatan di kemudian hari. Sementara itu, metode lain seperti pemanfaatan gelombang ultrasonik untuk mengusir nyamuk justru diklaim lebih aman bagi kesehatan manusia.

Pakar entomologi FKH IPB, Dr Upik Kesumawati Hadi, MS menyatakan bahwa pada umumnya hewan memiliki kemampuan mendengar lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan mendengar yang dimiliki manusia. Gelombang ultrasonik yang tinggi akan menyebabkan terganggunya pendengaran atau sistem rangsangan auditori pada hewan.

Gelombang ultrasonik yang memancar dan mengenai nyamuk menyebabkan antena nyamuk terganggu, sehingga fungsinya sebagai indera penerima rangsangan akan terganggu pula. Hal ini membuat nyamuk menjadi tidak nyaman. Bahkan, gelombang ultrasonik juga bisa menyebabkan keseimbangan nyamuk menjadi terganggu dan akhirnya bisa mengakibatkan nyamuk mati.

Gelombang ultrasonik sendiri merupakan jenis gelombang dengan frekuensi yang cukup tinggi, yaitu di atas 20 kHz. Gelombang tersebut mampu didengar oleh jenis hewan tertentu, seperti serangga dan kelelawar, termasuk nyamuk. Saat mendengar frekuensi gelombang ultrasonik, maka nyamuk akan merasa terganggu dan memilih menyingkir dari wilayah yang memancarkan gelombang ultrasonik tersebut.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr Upik dan tim di Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, gelombang ultrasonik 30 – 100 kHz dalam 24 jam mampu membunuh nyamuk hingga 74%. Dalam penelitian tersebut, gelombang ultrasonik juga diuji apakah bisa berdampak negatif bagi manusia atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang ultrasonik tidak berbahaya bagi manusia.

Dr Upik menjelaskan bahwa sistem tangkap terhadap gelombang ultrasonik hanya terjadi pada auditory atau pendengaran saja. Sehingga, gelombang tersebut tidak mengganggu sistem tubuh seperti jantung dan darah. Sementara itu, sensitivitas frekuensi suara yang dapat diterima oleh manusia adalah berkisar antara 20 Hz – 20 kHz.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa gelombang ultrasonik memang cukup efektif untuk mengusir atau bahkan membunuh nyamuk. Meski begitu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampaknya terhadap kesehatan manusia. Jika ingin mengaplikasikan metode ini, pastikan untuk menggunakan alat yang tepat dan aman digunakan. Jangan sampai menggunakan alat pengusir nyamuk yang bisa membahayakan kesehatan.