Cerita Soffell

Sebenarnya DBD itu virus atau Bakteri ya? ini Penjelasannya

Soffell - Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat saat musim hujan adalah demam berdarah atau DBD. Penyakit ini tidak pandang bulu. Artinya, siapa saja bisa terserang penyakit yang cukup berbahaya ini. Baik laki-laki atau pun perempuan, anak-anak hingga orang tua. Oleh karena itu, semua orang perlu waspada terhadap risiko penyakit DBD.

Meskipun menjadi jenis penyakit yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat, namun ternyata masih banyak yang belum tau apa penyebab dari penyakit DBD. Sebagian besar orang hanya menganggap bahwa penyakit DBD disebabkan karena gigitan nyamuk. Lalu, nyamuk seperti apa yang menyebabkan DBD? Apakah nyamuk tersebut membawa virus atau bakteri, sehingga bisa menginfeksi tubuh manusia? Mari cari tahu jawabannya!

Mengenal Penyebab Demam Berdarah (DBD)

Penyebab terjadinya penyakit demam berdarah yang dialami oleh manusia adalah gigitan nyamuk dari jenis Aedes aegypti dan Aedes ablopictus. Nyamuk jenis ini sangat mudah sekali berkembangbiak di negara tropis seperti Indonesia, terlebih pada musim hujan. Oleh karena itu, tidak heran jika jumlah pasien DBD saat musim hujan akan meningkat.

Lalu, mengapa nyamuk Aedes aegypti bisa menyebabkan penyakit demam berdarah? Jawabannya adalah karena nyamuk Aedes aegypti ini menyebarkan virus dengue ke dalam tubuh manusia. Jadi, penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus yang dibawa dan ditularkan oleh nyamuk.

Penularan virus dengue terjadi ketika nyamuk Aedes aegypti menggigit atau menghisap darah manusia. Saat itulah virus dengue yang ada di dalam tubuh nyamuk akan disuntikkan ke tubuh manusia. Uniknya, hanya jenis nyamuk betina saja yang menyebarkan virus ini ke tubuh manusia, sementara nyamuk berkelamin jantan tidak bisa.

Jadi, penyakit DBD bukan disebabkan oleh bakteri, melainkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Virus dengue sendiri termasuk dalam genus Flavivirus dan dari famili Flaviviridae. Virus ini juga dikenal dengan nama DENV terdiri dari 4 senotipe, diantaranya adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, serta DEN-4.

Setelah nyamuk yang membawa virus dengue menggigit tubuh manusia, maka virus tersebut akan mengalir dalam darah manusia. Selanjutnya, virus akan menginfeksi sel-sel kulit yang terdekat atau disebut keratinoid. Selain itu, virus ini juga akan menginfeksi dan berkembangbiak pada sel Langerhans, yaitu sebuah sel kekebalan khusus yang terdapat di lapisan kulit.

Sel-sel yang sudah terinfeksi oleh virus dengue, kemudian akan menuju ke kelenjar getah bening serta menginfeksi sel-sel sehat di sana. Penyebaran dari virus dengue di dalam tubuh akan menghasilkan viremia, yaitu tingkat tinggi dari penyebaran virus di dalam aliran darah.

Sel imun akan memproduksi antibodi khusus untuk mengatasi kondisi ini, yaitu dengan menetralkan partikel-partikel virus dengue yang tersebar di dalam tubuh. Sementara itu, sistem kekebalan cadangan akan diaktifkan untuk membantu sel darah putih dan antibodi dalam melawan virus.

Terjadinya reaksi antara sistem kekebalan tubuh dengan virus dengue akan menyebabkan pembuluh darah kapiler mengalami kerusakan. Akibatnya, pembuluh darah berubah menjadi lebih rapuh. Bahkan, ada pula penderita BDB yang mengalami kebocoran pembuluh darah, sehingga isinya akan masuk ke jaringan di sekitarnya.

Kerusakan yang dialami oleh pembuluh darah akhirnya memaksa trombosit untuk menutupi kerusakan yang terjadi. Semakin banyak trombosit yang berperan dalam proses ini, maka jumlah trombosit akan semakin menurun hingga mencapai titik terendah.

Pada tahap ini, tubuh menjadi tidak mampu lagi untuk menanggulangi terjadinya kebocoran pembuluh darah tersebut. Akibatnya, akan terjadi reaksi pendarahan spontan. Terjadinya perdarahan inilah yang menyebabkan munculnya bintik-bintik berwarna kemerahan pada beberapa bagian tubuh.

Pendarahan spontan biasanya juga terjadi pada saluran pencernaan, sehingga menimbulkan reaksi berupa BAB berwarna hitam. Selain itu, ada pula yang mengalami mimisan dan pendarahan pada bagian gusi. Nah, hal itulah yang menjadi latar belakang dari penyakit demam berdarah.

Jadi, demam berdarah merupakan bentuk respons terhadap keberadaan virus dengue yang merusak sel-sel tubuh manusia. Jika seseorang menunjukkan gejala-gejala penyakit demam berdarah, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Hal ini karena penyakit DBD sangat membutuhkan pertolongan medis. Jangan sampai terlambat dalam memberikan penanganan, karena penyakit DBD juga bisa sampai menyebabkan kematian.