Cerita Soffell

Membedakan Tipe DBD (Demam Berdarah) Berdasarkan Tingkatannya

Soffell - Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit mematikan yang sering ditemui di daerah tropis, salah satunya Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang menjalar pada tubuh manusia, dan dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Menurut WHO, penyakit ini diklasifikasikan dalam 4 tingkat keparahan.

Mengenal Perbedaan Penyakit Demam Berdarah Berdasarkan Tingkatannya

Demam berdarah ditandai dengan kemunculan beberapa gejala. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, penyakit ini dapat naik menjadi level yang lebih parah. Oleh karena itu, kenali tanda-tanda DBD berdasarkan tingkatannya berikut ini.

1.       Gejala Demam Berdarah Secara Umum

Gejala awal demam berdarah sendiri berbeda-beda berdasarkan rentang usia penderitanya. Tanda yang muncul pada anak-anak atau balita, berbeda dengan remaja atau orang dewasa.

Gejala awal DBD pada anak-anak antara lain suhu tubuh naik mencapai 40 derajat celsius, mual disertai muntah, serta muncul bintik-bintik merah di bagian tubuh tertentu. Bisanya, juga ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada kepala, bagian belakang mata, tulang, persendian, serta otot.

Gejala pada balita akan muncul sekitar 4 hingga 7 hari setelah digigit nyamuk Aedes aegypti. Virus yang sudah menyerang balita harus segera mendapatkan penanganan dengan cepat. Usia ini anak-anak masih memiliki imun yang lemah, sehingga sering ditemui kasus kematian balita akibat DBD.

Gejala pada remaja akan muncul sekitar 7 sampai 14 hari setelah di gigit nyamuk Aedes aegypti. Pada usia ini, gejala yang muncul antara lain demam yang cukup tinggi, sakit kepala, tubuh terasa lemas, muncul bintik-bintik merah, muncul rasa nyeri pada tulang dan persendian, serta susah bernapas.

Sedangkan pada orang dewasa, gejalanya juga sedikit berbeda. Masa inkubasinya sama dengan virus dengue yang menyerang remaja. Tanda yang muncul pada orang dewasa antara lain demam tinggi, sakit kepala yang cukup parah, mual disertai muntah, dan muncul ruam-ruam hampir di sekujur tubuh.

2.       Gejala Demam Berdarah Tingkat I

Penderita yang berada pada tingkat ini menunjukkan gejala seperti yang dijelaskan di atas. Namun, ada beberapa gejala khas yang muncul. Untuk memastikan tanda tersebut merupakan demam akibat virus dengue, pasien harus mengikuti rangkaian tes tourniquet. Uji ini cukup sederhana, namun tidak disarankan dicoba sendiri di rumah.

Ikat lengan bahu menggunakan manset tensi atau alat pengikat lainnya. Hal ini bertujuan untuk membendung darah. Di area lengan bawah dibuat lingkaran dengan diameter sekitar 5 cm. Apabila dibiarkan selama 10 menit terdapat bintik-bintik lebih dari 20 dapat dipastikan pasien mengidap DBD.

Akan tetapi, uji ini belum tentu akurat. Lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani tes laboratorium. Jika benar menderita DBD, pasien akan cepat mendapatkan penanganan sebelum penyakit bertambah parah.

3.       Gejala Demam Berdarah Tingkat II

Pada tingkatan ini penderita mengalami gejala tidak jauh berbeda dengan derajat I, disertai dengan pendarahan pada kulit, biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah di area tertentu. Pasien tidak boleh mengonsumsi obat yang dapat memicu pendarahan lebih parah. Seperti obat penurun demam asetasil dan ibuprofen.

Pasien harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dokter akan terus memantau perkembangan hematokrit, trombosit, leukosit, dan hemoglobin. Disertai dengan pemberian cairan infus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Takaran cairan disesuaikan dengan berat badan pasien saat itu.

4.       Gejala Demam Berdarah Tingkat III

Pasien pada tingkatan ini mengalami gangguan pada sistem peredaran darah. Gejala yang muncul antara lain denyut nadi yang tiba-tiba melambat atau cepat, tekanan nadi menurun, serta sianosis. Tanda dari sianosis sendiri yaitu bibir biru karena kekurangan oksigen. Biasanya, penderita juga menunjukkan wajah gelisah.

5.       Gejala Demam Berdarah Tingkat IV

Tingkatan paling parah DBD, biasanya tubuh mengalami perburukan klinis. Biasanya penderita mengalami syok berat. Gejala yang muncul seperti denyut nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak teratur. Pasien pada derajat ini harus mendapatkan penanganan seusai dengan tata laksana syok terkompensasi.

Biasanya pasien digolongkan sebagai gawat darurat. Pemberian oksigen secara nasal dilakukan setiap menit degan takaran 2 sampai 4 liter. Harus secepatnya mendapat cairan ringer laktat atau asetat. Apabila penanganan tidak segera dilakukan, kemungkinan terburuk penderita tidak dapat diselamatkan.

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang cukup mematikan. Setiap tahunnya, jumlah penderita meninggal mengalami peningkatan. Korban paling banyak rentang usia balita. Apabila merasakan gejala awal muncul, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.