Cerita Soffell

Jangan Sampai DBD Mengganggu Momen Lebaran

Soffell - Hampir setiap tahun, Indonesia terserang wabah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini cepat menular ketika memasuki musim hujan. Hal ini karena nyamuk Aedes aegypti mengalami perkembangbiakan yang cepat saat kondisi lingkungan lembap. Jenis nyamuk ini merupakan penyebar utama virus dengue.

Memasuki bulan Ramadan ini, tidak sedikit pasien di rumah sakit yang menderita DBD. Sebaiknya, lakukan antisipasi pencegahan agar diri sendiri dan anggota keluarga lainnya tidak tertular. Sangat tidak menyenangkan apabila momen lebaran yang seharusnya bergembira, justru terkena penyakit. 

Tips Mencegah Keluarga dari Penyakit DBD

Jaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal pencegahan DBD. Cara ini sangat membantu menurunkan risiko persebaran virus dengue. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan.

1.       Membersihkan Bak Mandi Secara Rutin

Nyamuk Aedes aegypti betina berkembang biak dan bertelur dalam air. Telur nyamuk menetas di tempat yang sama. Kemudian larva tinggal di dalam genangan air sampai tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Siklus ini membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 hari. Bak mandi menjadi sasaran utama bagi nyamuk.

Oleh karena itu, kuras bak mandi setiap satu minggu sekali. Langkah ini dapat memutus siklus perkembangbiakan nyamuk. Dengan kata lain, membersihkan genangan air yang ada di dalam rumah merupakan cara utama mencegah keluarga dari penyebaran virus dengue.

2.       Mengontrol Penampungan Air Lainnya

Selain bak mandi, perhatikan pula tempat yang menampung air seperti vas bunga, ember untuk mencuci baju, kolam, dan lainnya. Bukan hanya di dalam rumah, lingkungan sekitar rumah juga perlu dikontrol. Jangan sampai ada sampah berserakan seperti kaleng, botol, plastik, pecahan piring, dan lainnya.

Sebagai pencegahan demam berdarah, kuras kolam satu minggu sekali. Ganti air vas bunga setiap dua minggu sekali. Tutup rapat tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti contohnya tandon air. Buang wadah yang sudah tidak terpakai agar tidak digenangi air.

3.       Tidak Menumpuk atau Menggantung Baju

Jangan biasakan menumpuk atau menggantung pakaian kotor, atau tidak segera melipat pakaian yang sudah kering. Sebaiknya segera cuci baju dan lipat dengan rapi setelah kering. Tumpukan pakaian dapat menarik perhatian karena nyamuk cenderung menyukai aroma tubuh manusia.

Mulai sekarang tinggalkan kebisaan menggantung pakaian di balik pintu, atau menumpuk pakaian di sembarang tempat. Selain mencegah datangnya nyamuk, cara ini juga dapat membuat rumah menjadi lebih rapi.

4.       Memasang Kelambu Anti Nyamuk

Hewan kecil seperti nyamuk memang sulit di cegah masuk rumah. Tapi, tidak perlu khawatir. Pasang kasa atau kelambu di setiap ventilasi udara dan jendela. Cara ini cukup ampuh mencegah nyamuk masuk rumah. Kelambu sendiri terdapat berbagai macam jenisnya seperti kawat, magnet, jaring-jaring rapat, dan masih banyak lagi.

Jangan lupak memasang kelambu di tempat tidur. Terutama kamar tidur anak. Pasang kelambu mengelilingi ranjang, pastikan pemasangannya rapat agar nyamuk tidak memiliki celah untuk masuk. Cara ini merupakan alternatif lebih aman dibandingkan anti nyamuk yang membahayakan kesehatan.

5.       Menggunakan Pakaian Tertutup

Gunakan pakaian panjang saat beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Bila perlu semprotkan parmethrin pada baju, celana, atau sepatu. Bahan ini dapat mencegah nyamuk datang mendekat. Namun, sebelum menggunakan produk ini pastikan penggunaannya sudah sesuai dengan prosedur yang dianjurkan.

Sebagian orang merasa risi beraktivitas menggunakan pakaian panjang. Untuk mengatasi hal ini, gunakan pakaian longgar. Pilih pakaian dengan bahan yang nyaman di kulit.

Lakukan cara sederhana tersebut untuk meminimalisir perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, serta mencegah penularan virus dengue. Dapat disimpulkan, lingkungan yang kotor dapat mempengaruhi penyebaran penyakit. Jadi, selalu jaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Sehingga, semua anggota keluarga bisa merayakan hari raya dengan sehat dan bahagia.